K3 pada Pekerja Perkapalan

Tersebut sebagian ketentuan keselamatan yang berlaku didunia perkapalan :

Ketentuan keselamatan kerja di dermaga

  • Tangga untuk naik (gangway) mesti menggantung dengan kencang pada bridle, hingga posisi tangga tak bergoyang-goyang. Hal semacam ini penting untuk menghindar efek yg tidak dikehendaki yang bisa berlangsung pada CC dan pada tangga tersebut. Tangga gangway mesti senantiasa sesuai dengan pergantian draft kapal dan air gunakan.
  • Yakinkan kalau tangga kapal diperlengkapi dengan pelampung.
  • Yakinkan kalau jaring tangga gangway sudah terpasang.
  • Tali tambat kapal mesti terikat dengan kencang hingga posisi kapal yang sandar sejajar dengan posisi dermaga. Untuk kapal yang diperlengkapi dengan winch untuk mengatur tegangan tali, maka winch itu mesti senantiasa sesuai dengan keadaan cuaca saat aktivitas.
  • Jika tali tambat butuh sesuai ketika aktivitas operasional, maka SuperintendentOperasi mesti diberitahu untuk meyakinkan kalau operator crane sudah diingatkanmengenai sebagian peluang ada pergantian posisi kapal karena harusmenyesuaikan dengan posisi dermaga.
  • Yakinkan kalau semuanya tali tambat kapal telah diperlengkapi dengan anti/penghambat tikusdalam keadaan baik.
  • Yakinkan air ballast kapal telah pas sampai kedudukan kapal tetaptegak dan stabil selamakegiatan kapal untuk menghindar rusaknya pada CC, tangga akomodasi (gang way) dan anjungan jika ada gerakan CC di dermaga.
  • Janganlah lakukan percobaan pada mesin, terkecuali memperoleh ijin dari Superintenden Dermaga. Jika dikerjakan percobaan mesin, hentikan aktivitas operasional petikemas pada kapal yang tengah di check dan kapal yang ada di dekatnya untuk meminimalisir resiko berlangsung kecelakaan sepanjang percobaan mesin berjalan.
  • Janganlah lakukan pekerjaan yang menyebabkan temparatur tinggi seperti : pengelasan, pemotongan (oxy cutting) dan pekerjaan lain yang sama di selama dermaga tanpa ada ijindari Shift Manager.
  • Ship chandler dan sebagainya yang semacam sebaiknya tak mengganggu aktivitas bongkar muat kapal.
  • Dilarang merokok di ruang Terminal.
  • Janganlah buang sampah dari atas kapal dan check jangan pernah ada tumpahan minyak saat kapal tengah sandar di dermaga.

 

Ketentuan Keselamatan Kerja pada Pekerjaan Bongkar Muat

  • Perlengkapan lashing mesti disimpan di dekat ruang kerja.
  • Sebelumnya di tandatangani sertifikat lashing, Chief Officer kapal mesti mengecek hasilpekerjaan lashing. dan meyakinkan kalau hasil lasingan telah sesuai sama ketentuan yangditentukan.
  • Mesti memakai twistlock yang standard, umpamanya : janganlah mencampurkan twist lock buka kiri dengan kanan atau janganlah mencampurkan twist yang manual dengan yang automatis.
  • Titik titik/post mengangkat tutup palka dengan spreader CC mesti di beri sinyal yang pasti dengan cat yang menyolok.
  • Senantiasa infokan pada Foreman Kapal sebelumnya memindahkan crane kapal untuk menghindar hal yg tidak dikehendaki pada CC dan/atau TKBM.
  • Prosedur yang perlu diikuti untuk buka dan tutup tutup palka.

Jenis pontoon :

Pekerjaan ABK untuk buka kunci (lock) tutup palka. Petugas yang memberitanda/aba-aba mesti diberitahu kalau tutup palka sudah siap untuk diangkat.

Jenis Hidrolik/McGregor :

Pekerjaan ABK untuk buka dengan baik dan aman tutup palka itu dan Petugas pemberi aba-aba/sinyal mesti diberitahu kalau tutup palka telah di buka. dengan prima.

  • Cell Guide mesti dirawat supaya tetaplah berperan dengan baik setiap waktu. Dan mesti infokan pada Supervisor Kapal jika ada cell guide yang alami rusaknya.
  • Penerangan mesti cukup jelas di semuanya ruang kerja, contoh : jalan diatas dek, man holes, palka dan lain-lain.
  • Jagalah Trim Kapal untuk menghindar rusaknya pada cell guide, petikemas, gantry dan lain-lain, hingga pekerjaan bisa dikerjakan dengan efektif.

Ketentuan Keselamatan kerja pada Gangway (Berjalan-jalan kecil di atas kapal)

  • Semuanya ABK dilarang jalan/mengendarai kendaraan apa pun di sekitaran dermaga atau di daerah lapangan penimbunan atau dermaga.
  • Kendaraan penumpang dari luar, umpamanya taxi, sepeda motor dan lain-lain tak diperbolehkan untuk masuk daerah lapangan penimbunan dan/atau dermaga.
  • Kendaraan penumpang dari luar, umpamanya taxi, sepeda motor dan lain-lain tak diperbolehkan untuk masuk daerah lapangan penimbunan dan/atau dermaga.
  • Bus terminal akan menjemput dan turunkan beberapa ABK di halte yang sudah diputuskan. ABK bisa naik taxi di luar terminal dari depan kantor TPS, seperti peta tempat halte bus yang terlampir.
  • Kendaraan penumpang dari luar mesti turunkan ABK didepan kantor TPS dan lalu ABK bisa menuju ke kapal dengan menumpang bus terminal. pada halte yang sudah ditetapkan.

 

Proses identifikasi dan penilaian kemungkinan :

  • Maksud dikerjakannya identifikasi bahaya dan penilaian resiko yaitu untuk menolong praktisi akses tali dan pengurus memastikan tingkat resiko yang ada pada satu pekerjaan.
  • Identifikasi bahaya dan penilaian resiko mesti dikerjakan untuk tiap-tiap pekerjaan yang dikerjakan.
  • Dokumen tercatat identifikasi bahaya dan penilaian resiko mesti ada ditempat kerja.
  • Identifikasi bahaya dan penilaian resiko mesti di buat oleh pakar K3 yangkompeten dalam cara akses tali atau Teknisi Akses Tali Tingkat 3 denganberkonsultasi dengan pengurus atau yang memiliki gedung.
  • Dokumen pernyataan cara kerja mesti disusun untuk memberikanpenjelasan bagaimana satu pekerjaan akan dikerjakan. Dokumen ini bergunadalam memberi arahan (briefing), sebagai info bagi mitra kerja atauacuan bagi pengawas ketenagakerjaan dalam lakukan pengawasan.

 

Kriteria perlengkapan dan pelindung diri :

  • Perlengkapan yang akan dipakai mesti diambil yang sudah penuhi standard sesuai sama ketentuan perundang-undangan dan yang sesuai sama maksud pemakaian.
  • Jika menyangsikan standard yang digunakan dalam pembuatan perlengkapan dan pemakaiannya, maka begitu dianjurkan untuk menghubungi pabrikan pembuat.
  • Penentuan perlengkapan mesti memperhitungkan kecocokan dengan perlengkapan lain dan manfaat keamanan perlengkapan tak terganggu atau menggangu system lain.
  • Pabrikan perlengkapan mesti sediakan info tentang product. Info ini mesti di baca dan dipahami oleh pekerja sebelummenggunakan perlengkapan.
  • Perlengkapan mesti di check dengan cara visual sebelumnya pemakaian untukmemastikan kalau perlengkapan itu ada pada keadaan aman dan dapatbekerja dengan benar.
  • Prosedur mesti diaplikasikan pada kontrol dan pemeliharaan perlengkapan. Daftar pencatatan pemeliharaan keseluruhnya perlengkapan mesti disimpandengan baik.
  • Dilarang lakukan modifikasi atau pergantian atas spesifikasi perlengkapan tanpa ada memperoleh ijin dari pengawas atau pabrikan pembuat karena bisa menyebabkan pergantian kemampuan perlengkapan. Tiap-tiap pergantian atau modifikasi mesti dicatat dan perlengkapan di beri label spesial.

Peralatan dan alat pelindung diri yang perlu digunakan dalam bekerjayang sesuai dengan lingkungan kerja yaitu :

  • Baju kerja yang menyatu dari bagian tangan, pundak, bahu, tubuhsampai ke bagian pinggul, dan kaki. Baju jenis ini umumnya disebutwearpack atau overall. Baju ini di bagian kantongnya harusdiberi penutup berbentuk ritsleting (zip) dan tak berbentuk pengancing umum (button).
  • Full body harness mesti nyaman digunakan dan tak mengganggu gerakpada saat bekerja, gampang di setel untuk sesuaikan ukuran.
  • Sepatu safety (safety shoes/protective footwear) dengan konstruksi yangkuat dan ada pelindung jari kaki dari logam (steel toe cap), nyamandipakai, dan dapat melindungi dari air/basah.
  • Sarung tangan (gloves), membuat perlindungan jari tangan dan kulit daricuaca ekstrim, bahan beresiko, dan alat bantu yang dipakai.
  • Kacamata (eye protection), untuk melindungai mata dari debu, partikelberbahaya, cahaya matahari/ultraviolet, bahan kimia, material hasilpeledakan dan potensi bahaya lain yang bisa menyebabkan iritasidan rusaknya pada mata.
  • Alat pelindung pernapasan (respiratory protective equipment), perlengkapanini mesti dipakai pada lingkungan kerja yang memiliki resikokesulitan bernafas dikarenakan oleh bahan kimia, debu, atau partikelberbahaya.
  • Alat pelindung pendengaran (hearing protection), alat ini digunakanketika tingkat bunyi (sound level) telah diatas nilai ambang batas.
  • Jaket penyelamat (life jacket) atau pengapung (buoyancy), digunakanpada pekerjaan yang dikerjakan diatas permukaan air umpamanya padastruktur pengeboran minyak terlepas pantai (offshore basis). Perlengkapanini mesti memiliki disain yg tidak menggangu perlengkapan akses taliterutama ketika turun atau naik.

Tali yang dipakai terbagi dalam 2 karakteristik yakni elastisitas kecil (statik) dan tali dengan elastisitas besar (dinamik). Tali yang digunakanuntuk system tali mesti di pastikan :

1) Tali yang dipakai sebagai tali kerja (working line) dan talipengaman (safety line) mesti memiliki diameter yang sama.

2) Tali dengan elastisitas kecil (tali statis) dan tali daya elastisitasbesar (dinamik) yang dipakai dalam system akses tali harusmemenuhi standard.

Pelindung Kepala

1) Pelindung kepala harus dipakai dengan benar oleh tiap-tiap pekerja yang ikut serta dalam pekerjaan di ketinggian, baik yang ada di bagian bawah di ketinggian.

2) Pekerja harus memakai pelindung kepala sesuai sama standard.

3) Pelindung kepala yang dipakai oleh Teknisi Akses Tali memilikisedikitnya tiga tempat tidak sama yang tersambung dengan cangkang helm dan termasuk juga tali penahan dibagian dagu.

  • Sabuk pengaman badan badan (full body harness) Mesti di pastikan kalau sabuk pengaman badan (full body harness) yang dipakai pada pekerjaan akses tali sudah sesuai sama standard.
  • Alat Penjepit Tali (Rope Clamp) Mesti di pastikan kalau alat penjepit tali (rope clamp) yang digunakanpada system akses tali sesuai sama standard.
  • Alat Penahan Jatuh Bergerak (mobile fall arrester) Mesti di pastikan kalau alat jatuh bergerak (mobile fall arrester) yangdigunakan pada system akses tali sudah sesuai sama standard.
  • Alat Penurun (Descender) Mesti di pastikan alat penurun yang dipakai pada system akses tali sudah sesuai sama standard.

Tips Memilih dan Membeli Sepatu yang Nyaman

beliONline

Kadang-kadang sebagian dari Kamu saat ingin membeli atau order sepatu hanya melihat dari merk, model serta harga nya. Walau sebenarnya, aspek kenyamanan yaitu hal yang paling penting. Menggunakan sepatu yang tidak nyaman, bisa menyiksa kaki serta akan memengaruhi langkah jalan kaki kamu. Oleh karenanya Kamu harus membeli sepatu yang baik, pas, cocok serta berkualitas. Berikut enam panduan membeli sepatu yang nyaman digunakan. Baca lebih lanjut